• Home
  • DPRD Kabupaten Kota
  • Sofyan : Potensi Kearifan Lokal Desa Harus Kita Gali Bersama Sebagai Salah Satu Peningkat PAD
Minggu, 15 Agustus 2021 22:23:00

Sofyan : Potensi Kearifan Lokal Desa Harus Kita Gali Bersama Sebagai Salah Satu Peningkat PAD

BAGIKAN:
BENGKALIS, PESISIRONE.com - Wakil Ketua DPRD yang juga sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis, Sofyan, S.Pd.I, M.Si,  hadir sebagai narasumber seminar pengembangan wisata mangrove di Desa Sebauk Bengkalis, yang ditaja  mahasiswa STIE Syariah Bengkalis yang sedang melakukan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Minggu (15/8/2021).
 
Dalam penyampaiannya, Sofyan, secara lugas menyampaikan dan mengajak semua stakeholder dan masyarakat secara bersama untuk menggali potensi kearifan lokal.
 
" Potensi kearifan lokal harus kita gali bersama sebagai salah satu peningkat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bengkalis, " paparnya.
 
Masih lanjutnya, Desa Sebauk telah mampu petakan potensi kearifan lokalnya, yaitu potensi kerajinan Tenun, Salai Pisang dan wisata Mangroove.
 
" Ini harusnya ditangkap dinas pariwisata untuk dijadikan daerah pembinaan, dan kita bangga Pemerintahan Desa Sebauk telah mampu lakukan pemetaan dan pengembangannya, " ucapnya. 
 
Sebagai orang dipercaya warga duduk di DPRD Bengkalis, Sofyan menegaskan siap mendorong dan mengawal usulan untuk pengembangan wisata mangrove, tenun dan produk Salai Pisang di Desa Sebauk, sebagai Salah satu produk unggulan daerah yang akan meningkatkan ekonomi masyarakat dan PAD serta solusi mencegah permasalahan abrasi yang terjadi.
 
"Nanti kita lihat di lapangan apa yang harus kita usulkan kita komunikasikan. Kita sama-sama mendorong, ini tanggungjawab kita bersama, bagaimana daerah kita bisa maju dan setara dengan daerah lain, " imbuhnya. 
 
Hal senada, juga diungkap sebelumnya dalam seminar tersebut oleh  Ketua STIE Bengkalis Hj Khodijah, bahwa dorongan kepada sektor pariwisata merupakan salah satu penopang ekonomi terbesar di Indonesia. Riau sendiri menempati posisi ketiga nasional dalam pengembangan wisata. 
 
"Kabupaten kota di Riau hari ini sedang mengembangkan wisata dengan potensi daerah masing-masing. Begitu juga Bengkalis, banyak sektor wisata yang bisa di kembangkan salah satu mangrove, " ucap dosen pembimbing program KKM ini. 
 
Khodijah menyebut, pengembangan sektor wisata sangat bernilai ekonomis bagi warga. Hal demikian, dukungan dari DPRD dan Pemerintah sangat diperlukan agar pengembangan potensi yang bisa jadi inkam warga dan PAD. 
 
Secara khusus juga Kepala Desa Sebauk,  Tamrin menyatakan dalam sambutannya pada seminar tersebut, bahwa penanaman mangrove di Sebauk telah digiat oleh masyarakat sejak tahun 2012 lalu. Berbagai kendala di hadapi. Pemerintah Desa Sebauk katanya ikut mendorong pengembangan wisata mulai tahun 2016 dan 2018.
 
" Kami berharap infrastruktur menuju lokasi wisata mangrove menjadi perhatian khusus  pemerintah kabupaten Bengkalis agar akses masuk bisa mudah di lewati, begitu juga produk tenun dan Salai pisang mendapat pembinaan yang berkelanjutan sehingga dapat menjadi salah satu produk unggulan daerah, " pungkasnya. (Red)
  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2021 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.