• Home
  • Pemerintah Daerah
  • Mulai 1 Juli 2020 Pemkab Meranti Akan Berlakukan New Normal, Bupati Minta Dinas Terkait Segera Siapkan Draft SOP
Kamis, 18 Juni 2020 17:19:00

Mulai 1 Juli 2020 Pemkab Meranti Akan Berlakukan New Normal, Bupati Minta Dinas Terkait Segera Siapkan Draft SOP

BAGIKAN:
Foto : Istimewa
Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi saat melakukan rapat koordinasi bersama pihak terkait membahas penerapan New Normal di Kepulauan Meranti.

MERANTI, PESISIRONE.COM - Jika tidak ada aral melintang, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan menerapkan Tatanan Kehidupan Baru atau New Normal ditengah pandemi Covid-19 pada 1 Juli 2020. Demi kelancaran rencana tersebut, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Meranti Drs Irwan MSi, mengintruksikan kepada semua OPD terkait untuk mempersiapkan draft SOP sesuai perunjuk dari Kementerian dan Pusat.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan MSi didampingi Ketua DPRD Meranti Ardiansyah, Kapolres Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, Sekda Meranti Bambang Supriyanto SE MM, dan dihadiri Forkopimda Kemenag Meranti Agustiar SAg, dan kepala OPD terkait.

Dalam pertemuan itu, Bupati Irwan berharap penerapan New Normal dapat segera diberlakukan, namun penyebaran virus Covid-19 di Meranti tetap dapat dikendalikan. Caranya menurut Bupati dengan membuat aturan atau SOP sesuai protokol kesehatan yang diperuntukan kepada masyarakat, kalangan dunia usaha, pengelola rumah ibadah, sektor pariwisata, perhubungan, pasar, sekolah serta kantor pelayanan publik.

Menyikapi perberlakuan New Normal di Meranti, disambut baik oleh Ketua DPRD Meranti Ardiansyah. Ditegaskan dia, DPRD siap mendukung upaya yang dilakukan oleh Pemda Meranti ini dengan catatan segala aturan dan kebijakan yang dikeluarkan saat penerapan New Normal nanti sesuai dengan aturan Kementerian dan Pusat agar tidak membingungkan masyarakat awam.

"Kita sangat mendukung upaya Pemda untuk penerapan New Normal namun jangan sampai aturan yang dikeluarkan oleh masing masing institusi saling bertentangan karena akan membingungkan masyarakat," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Meranti AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat Menurutnya penerapan New Nomal di Kepulauan Meranti dapat segera dilakukan, namun meskipun saat ini Meranti sudah kembali berada dizona hijau dan New Normal diberlakukan, ia menghimbau kepada masyarakat jangan terlalu over confident dengan tetap secara disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Dia mengusulkan kepada Pemda Meranti sebelum diberlakukannya New Normal pada 1 Juli 2020 mendatang, dapat membentuk Pilot Project Kampung Tangguh Nusantara ditiap Kecamatan. Tujuannya untuk melihat seberapa besar kesiapan masyarakat di masing-masing kecamatan untuk penerapan New Normal.

"Ini akan indikator seberapa besar efektivitas penanggulangan Covid-19, permasalahan keamanan sekaligus dapat meminimalisir peredaran narkoba di wilayah Kepulauan Meranti," ujar Kapolres.

Masukan Kapolres disambut baik oleh Bupati Meranti dengan meminta kepada camat dan kades untuk membentuk Kampung Tangguh di wilayahnya masing-masing.

Selanjutnya, Bupati Irwan meminta penjelasan dari dinas terkait menyangkut kesiapan yang telah dilakukan untuk menghadapi New Normal Meranti pada 1 Juli 2020 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Meranti, Nuriman Khair mengatakan, pihaknya telah menyiapkan panduan yang harus dilakukan oleh pihak sekolah, siswa hingga wali murid, jika saat penerapan New Normal sekolah kembali dibuka.

"Kita sudah menyiapkan secara detil panduanya sesuai protokol kesehatan, misal pembagian sift atau jam belajar karena jika full cukup menghawatirkan. Begitu juga penyiapan alat pendeteksi panas, hand sanitizer, penyeprotan disinfektan," jelas Nuriman.

Meski begitu, Nuriman mengaku belum berani membuka pembelajaran secara tatap muka di sekolah, sebelum ada kebijakan Menteri Pendidikan. Andai kata kebijakan Menteri keluar menurut Nuriman, pembelajaran tatap muka bisa dilakukan dengan syarat adanya surat pernyataan dari Tim Gugus Tugas, pernyataan bersedia dari orang tua, serta kesepakatan dari komite sekolah.

Kemudian, dari penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, dr Misri Hasanto, saat ini 14 orang Pasien PDP di Meranti semuanya sudah dinyatakan sembuh. Begitu juga 12 orang yang dinyatakan positif.

"Kita bersyukur saat ini Meranti sudah kembali ke zona hijau. Semua pasien yang dinyatakan positif sudah sembuh dan diperbolehkan pulang," jelasnya.

Mengacu pada kondisi itu, iamenyimpulkan jika mengacu pada indikator kesehatan, penerapan New Normal di Meranti sudah dapat dilakukan.

"Karena pada dasarnya selain Desa Bandul semua wilayah di Kepulauan Meranti berada di zona hijau. Begitu juga jika melihat proporsi warga dirumah saja pada wilayah kota, indikator fasilitas kesehatan seperti ventilator, APD di Rumah Sakit dan Puskesmas yang sudah memadai," papar Misri.

Setelah mendengarkan penjelasan tersebut, Bupati Irwan mengatakan, penjelasan dari Dinas kesehatan itu dapat dijadikan rekomendasi bagi Instansi lainnya untuk persiapan New Normal.
Sementara disektor Perhubungan, seperti disampaikan Kadis Perhubungan Meranti, Aready, sesuai Keputusan Menteri Perhubungan beberapa waktu lalu sudah mengizinkan untuk membuka pelayanan transportasi umum dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hanya yang menjadi kendala penerapan Physical Distancing atau pembatasan jarak pada angkutan umum darat/laut/udara.

Pembatasan jarak ini, menurut Aready membuat jumlah penumpang angkutan ditekan menjadi 50 persen saja. Dampaknya menyebabkan tarif angkutan menjadi melambung.

Beberapa waktu yang lalu, angkutan laut di Meranti sempat beroperasi, namun terpaksa ditutup kembali seiring dikeluarkannya surat dari Dinas Perhubungan Provinsi Riau yang menutup Pelabuhan Rakyat di Tanjung Buton karena dinilai tidak aman dari Covid-19.

Untuk membuka kembali Pelabuhan Buton agar transportasi laut dari Meranti dapat beroperasi, menurut Aready perlu dilakukan komunikasi kembali antara Pemerintah Kabupaten Meranti, Kabupaten Siak dan Provinsi Riau.

Menyikapi hal itu, Bupati Meranti sedikit kecewa atas kebijakan sepihak yang dikeluarkan oleh Pemprov Riau dengan menutup Pelabuhan Tanjung Buton. Nenurut dia sebaiknya sebelum aturan itu dikeluarkan, Pemkab Meranti, Siak dan Provinsi Riau harus duduk dulu.

"Intinya kalau protokol kesehatannya jalan yang dijamin oleh Tim Gugus Tugas harusnya Provinsi bisa membuka Pelabuhan Tanjung Buton," ujar Bupati Irwan seraya berjanji akan mencoba mengkomunikasikan lagi dengan Pemprov Riau.

Kemudian mendengarkan kesiapan Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kepulauan Meranti terkait operasional pasar dan swalayan. DisdagperinKopUKM telah mengintruksikan kepada para pedagang pasar dan pemilik swalayan untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti jaga jarak dan antri saat pembayaran di swalayan serta membuat pembatas.vSementara untuk dipasar kepada pedagang diminta untuk menjaga jarak, pakai masker, dan disediakan cuci tangan.

Cuma yang menjadi masalah, dikatakan Camat Tebingtinggi Rayan Pribadi, karena space pasar yang terbatasan dan banyaknya pedagang sulit untuk menerapkan Physical Distancing. Jadi yang bisa dilakukan hanyalah meminta pedagang untuk selalu menggunakan masker, dan cuci tangan.

Setelah mendengarkan kondisi di pasar, Bupati Irwan mewajibkan kepada para pedagang untuk menambah satu lagi perlengkapan protokol kesehatan yakni, pelindung wajah (Face Shield).

"Saya minta kepada camat untuk mensosialisasikan kepada pedagang untuk menggunakan Face Shield, karena penyebaran virus bukan saja terjadi pada hidung dan mulut tapi juga mata," ucap Bupati.

Selanjutnya, Camat Tebingtinggi juga mengaku belum memperbolehkan pengelola tempat hiburan tertutup seperti Karaoke dan Pub untuk beroperasi. Dia beralasan untuk tempat hiburan tersebut sulit untuk dikontrol dan diawasi.

"Tempat hiburan tertutup seperti Karaoke belum diizinkan untuk beroperasi karena sulit diawasi dan dikontrol," aku Rayan.

Untuk rumah ibadah, pihak Kecamatan Tebingtinggi dikatakan Rayan, telah mengeluarkan 107 surat rekomendasi layak fungsi kepada rumah ibadah mulai dari masjid, gereja hingga klenteng.

Sementara tempat hiburan terbuka sudah boleh beroperasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Untuk sektor pariwisata sendiri seperti diakui Kepala Dinas Pariwisata, Rizki Hidayat, pihaknya telah menyiapkan SOP protokol kesehatan yang harus diterapkan diantaranya memakai masker, jaga jarak, tempat cuci tangan, alat pengukur suhu dan lainnya.

Kemudian untuk RSUD, sebagai persiapan New Normal, sejak beberapa waktu lalu telah membatasi jumlah pengunjung pasien sakit dan tidak memperbolehkan anak-anak. Menurut Direktur RSUD Kepulauan Meranti dr. Ria, penerapan Protokol Kesehatan di era New Normal nanti perlu diperketat untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 yang semakin besar.(infotorial)

  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2020 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.