Rabu, 31 Maret 2021 21:08:00

DPC PDI Perjuangan dan Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis menolak impor beras dan garam.

BAGIKAN:
BENGKALIS, PESISIRONE.com - DPC PDI Perjuangan dan Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis menolak impor beras dan garam, sikap tegas ini adalah respon terhadap dinamika kekinian yang terjadi terkait Keputusan Menteri Perdagangan Republik Indonesia tentang rencana impor beras dan garam.
 
mengundang penolakan karena bertolak belakang dengan konsep pencapaian ketahanan pangan nasional dan gerakan cinta produksi dalam negeri.
 
Hal ini secara tegas disampaikan Wakil Ketua DPRD yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis, Sofyan, S.Pd.I kepada Pesisirone.com, di ruang kerjanya, Rabu (31 Maret 2021).
 
" Dengan keluarnya Keputusan Menteri Perdagangan terkait  impor beras dan garam,  sangat menggelitik rasa kebangsaan yang dimiliki anak.bangsa yang terkini sedang dilanda badai ekonomi akibat pandemi Covid 19, karena mengabaikan kepentingan stabiltas harga beras dan garam petani, dan penolakan ini juga  karena bertolak belakang dengan konsep pencapaian ketahanan pangan nasional dan gerakan cinta produksi dalam negeri, " ujarnya.
 
Secara lugas kemudian dipaparkannya, bahwa hari ini, kita  sangat mendukung program pemerintah Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Ir. Joko Widodo dalam mewujudkan stabilitas pangan nasional, dalam pencukupan stok beras nasional dengan sukseskan menanam secara nasional.
 
" Kabupaten Bengkalis sebagai salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, melalui SKPD terkait menyiapkan program ketahanan pangan dengan program tanam padi dan hortikultura, " lanjutnya.
 
Kemudian secara tegas Sofyan, S.Pd.I menyatakan menolak impor beras dan garam.
 
" Kami atas nama Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bengkalis menolak impor beras dan garam, karena adanya pandemi Covid 19 mengakibatkan menurunnya kondisi ekonomi nasional dan global, hal ini mengharuskan kita bangkit secara bersama untuk menjaga stabilitas nasional baik dalam bidang pangan, energi, ideologi dan ketahanan nasional, " ujar wakil ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Sofyan, S.Pd.I.
 
Secara terpisah kamipun berhasil menghubungi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis, Rahmad, S.I.Kom,  yang juga secara sikap tegas menolak impor beras dan garam
 
" DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bengkalis secara tegas menolak impor beras dan garam, menilai Keputusan Menteri Perdagangan selain melupakan kepentingan wong cilik yang sedang tertekan akibat pandemi Covid 19, " tegas Rahmad, S.I.Kom.
 
Dijelaskannya bahwa, PDI Perjuangan telah mempelopori gerakan menanam tanaman pendamping beras yang dilakukan struktural partai, eksekutif dan legislatif partai. 
 
Tanaman pendamping beras tersebut, di antaranya sagu, ketela, umbi-umbian, jagung, pisang, talas, porang, sukun dan lain-lain. 
 
Selain mendorong diversifikasi pangan, PDI Perjuangan  juga mengajak seluruh simpatisan, anggota, dan kader Partai untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional secara swadaya masyarakat. 
 
Sikap DPC dan Fraksi  PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bengkalis ini sesuai dengan DPP PDI Perjuangan melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hasto Kristiyanto yang menolak tegas rencana impor beras oleh Kementerian Perdagangan karena sangat bertentangan dengan tujuan presiden yang ingin membangun kedaulatan pangan di dalam negeri. (red)
  komentar Pembaca
Copyright © 2012 - 2021 Online Terkini & Bermartabat. All Rights Reserved.